Interview

March 29, 2011 at 6:47 am Leave a comment

7 Hal yang Harus diungkapkan Saat Interview:

Jika Anda pernah membaca beragam buku mengenai wawancara kerja, Anda akan mendapati daftar pertanyaan dan jawaban saat wawancara kerja untuk diingat dan dihafal. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa wawancara kerja bukanlah interogasi, melainkan sebuah percakapan. Untuk membuat wawancara kerja selayaknya percakapan, Anda perlu mempersenjatai diri dengan cerita-cerita kecil tentang kehidupan profesional dan personal Anda.

Ketika Anda datang ke sebuah wawancara kerja, Anda perlu menanggalkan rasa gugup di pintu depan. Hal terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan menjadi diri sendiri. Cara terbaik untuk menjadi diri sendiri adalah dengan menceritakan kisah Anda sendiri. Ini akan semakin baik untuk wawancara berdasarkan kompetensi yang belakangan ini makin banyak dilakukan.

Dalam wawancara kerja tradisional, si pewawancara kerja akan menanyakan pertanyaan yang memfokuskan kepada keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan. Wawancara kerja berbasis kompetensi akan menyelami tentang diri Anda dengan menanyakan seputar karakter dan atribut diri yang mencari kecocokkan antara Anda dan kultur perusahaan. Hal ini disebut sebagai kompetensi sikap. Pewawancara kerja yang menggunakan metode ini akan menggunakan setengah waktu saat wawancara untuk menanyakan kemampuan dan setengahnya lagi mengenai kompetensi sikap. Ia akan mencari bukti bagaimana sikap Anda selama ini. Pewawancara kerja harus mencari tahu:

– Apakah Anda adalah aset atau beban untuk perusahaan? Dalam kata lain, apakah Anda akan mencetak uang atau menyimpan uang untuk perusahaan?
– Apakah Anda team player? Apakah Anda bisa masuk ke dalam hierarki perusahaan atau menjadi batu sandungan? Mampukah Anda menerima atau memberi perintah?
– Mungkinkah Anda masuk ke dalam kultur perusahaan? Mereka tak butuh seorang “putri”.

Salah satu cara terbarik untuk menjawab kebutuhan si pewawancara tersebut, cobalah ambil inisiatif dan ceritakan kisah-kisah pribadi yang bisa Anda ceritakan, kira-kira ambil waktu 30 – 90 detik untuk masing-masing. Anda bisa memulai membangun cerita Anda lewat 7 area berikut:

1. Saat Anda berhasil membuat atau menghemat uang perusahaan tempat Anda bekerja dulu.
2. Sebuah krisis diri yang Anda hadapi kala di pekerjaan lama, dan bagaimana Anda merespon atau berhasil melaluinya.
3. Cerita ketika Anda menjadi bagian dalam sebuah tim kerja dan apa kontribusi Anda.
4. Ketika Anda bekerja dan berhasil melewati stres.
5. Kisah ketika Anda berhasil memimpin sebuah proyek, atau kisah mengenai kemampuan Anda untuk menjadi seorang pimpinan.
6. Kegagalan yang terjadi di pekerjaan Anda dan bagaimana melewatinya.
7. Sebuah kejadian luar biasa yang terjadi selama karier dan mengakibatkan Anda harus mengubah haluan, dan betapa hal tersebut sudah mengubah Anda.

Pertanda Interview Berhasil:

Tak perlu menunggu lama untuk mengetahui wawancara kerja Anda berhasil
atau gagal. Anda bisa menilai beberapa detik setelah wawancara berlangsung. Berikut adalah beberapa tanda bahwa hasil wawancara berhasil atau sebaiknya dilupakan saja.

Tanda baik:
* Pewawancara aktif bertanya pada Anda. Ini menunjukkan dia sangat tertarik pada Anda dan ingin tahu lebih banyak tentang Anda.

* Proses wawancara berlangsung lama, lebih dari 30 menit.

* Suasana wawancara sangat cair. Pewawancara terlihat sangat rileks. Pertanyaan tak melulu soal pekerjaan, tapi juga hobi dan sebagainya. Ini menandakan ada chemistry antara Anda dan si pewawancara.

* Si pewawancara langsung menanyakan kesiapan Anda untuk bergabung bersama mereka.

10 pertanda Interview Gagal:

Proses interview adalah proses yang penuh ketidakjelasan bagi orang yang mencari kerja, dan kekuatan berada di tangan si pewawancara. Kadang Anda tak tahu kapan wawancara akan berjalan baik. Di waktu lain, Anda begitu gugup Anda bahkan sulit melihat bahwa perusahaan itu sebenarnya tak cocok untuk Anda.

Tanda buruk:
* Wawancara berlangsung hanya beberapa menit. Ini menunjukkan Anda bukanlah yang mereka cari.

* Bahasa tubuh si pewawancara menunjukkan sikap tak bersemangat, penuh keraguan, yang diperlihatkan dengan gerakan-gerakan menggaruk hidung, matanya tidak menatap Anda, dan sebagainya.

Coba cek 10 tanda peringatan yang harus Anda perhatikan saat wawancara kerja:
1. Anda mendominasi percakapan
Orang yang mencari kerja seharusnya tidak mendominasi pembicaraan lebih dari 40 persen. Kadang, karena terlalu bersemangat untuk menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan tersebut, mereka seringkali mendominasi pembicaraan dengan pernyataan yang tak henti-hentinya. Jika Anda terus berbicara, bisa-bisa waktu wawancara habis sebelum seluruh pertanyaan ditanyakan.

2. Pandangan si pewawancara mengarah ke jam, bukan kepada Anda
Saat menjalani wawancara, jadilah pengamat yang aktif. Perhatikan bahasa tubuh pewawancara kerja Anda. Jika pandangannya mudah teralihkan orang yang lewat, atau tidak fokus pada Anda, hal ini bisa jadi pertanda bahwa si pewawancara tidak ingin melanjutkan wawancara ini ke tahap selanjutnya. Jika hal ini terjadi, cobalah tanyakan kepada si pewawancara apakah jawaban yang Anda berikan sudah menjawab pertanyaan yang ia utarakan. Atau tanyakan pula apakah Anda bisa menawarkan informasi lain tentang diri Anda yang dibutuhkan.

3. Si pewawancara menjawab telepon di tengah-tengah wawancara kerja
Seorang pewawancara kerja seharusnya memperlakukan Anda sebagaimana ia ingin diperlakukan. Ketika ia mengangkat telepon ke ponselnya di tengah-tengah wawancara kerja tanpa memberitahukan alasan pentingnya pada Anda, maka bisa jadi ia sulit untuk bisa menghargai orang lain. Tanyakan pada diri Anda, bisakah bekerja bersama orang yang tak bisa memberikan atensi penuh untuk waktu pendek, atau dengan orang yang tak memiliki kesopanan dalam berkomunikasi.

4. Wawancara kerja berlangsung seperti tes kekuatan
Perhatikan apakah wawancara kerja Anda berlangsung seperti tes kekuatan? Sudah berapa lama Anda berada di dalam ruangan wawancara tersebut? Berjam-jam tanpa ditanyakan apakah ingin ke toilet atau segelas air? Wah, pertanyakan lagi pada diri Anda, apakah bisa tahan bekerja di perusahaan ini, bahkan untuk wawancara kerja saja sudah tidak menyenangkan seperti itu.

5. Tak ada yang mau bekerja di sini
Sebuah pertanyaan yang seringkali lupa ditanyakan oleh orang yang diwawancara adalah, alasan mengapa pekerjaan tersebut tiba-tiba tersedia. Atau, agar terkesan seperti Anda berfokus pada masa depan perusahaan, tanyakan di mana karyawan yang sebelumnya bekerja di posisi yang Anda incar. Jika orang yang mewawancara Anda mengeluhkan bahwa orang-orang yang pernah menempati posisi yang Anda tuju tersebut hanya bekerja sebentar saja, sebaiknya pertanyakan mengapa begitu cepatnya pertukaran pegawai di sana.

6. Anda semacam mengisi kuesioner, bukan wawancara
Saat wawancara kerja, ketika si pewawancara hanya menanyakan pertanyaan-pertanyaan mendasar, seperti sebuah kuesioner, sebaiknya Anda mulai memberikan sesuatu yang bisa membuatnya lebih tertarik dan mengingat Anda. Cobalah memberikan jawaban sembari menerangkan alasan jawaban tersebut.

7. Tidak ramah dengan bagian lain
Wawancara kerja dimulai sejak Anda menginjakkan kaki di lokasi wawancara kerja, jadi jangan menghemat sikap terbaik Anda hanya untuk orang yang mewawancara. Anda seharusnya sudah bersikap sopan dan ramah pada semua orang, termasuk orang yang membukakan pintu, juga orang yang menyambut Anda di meja resepsionis.

8. Anda menghabiskan 10 menit mengeluhkan bos terakhir Anda.

Apa pun yang pernah terjadi, jangan pernah terucap kata-kata yang menjelekkan mantan rekan kerja atau mantan atasan Anda, bahkan ketika si pewawancara mencoba mengorek informasi tersebut. Sebaiknya Anda mengambil langkah teraman. Karena Anda tak pernah tahu, siapa tahu orang yang mewawancarai Anda mengenal banyak orang.

9. Perusahaannya sedang mengalami masalah keuangan
Jika Anda mendengar selentingan berita bahwa perusahaan yang Anda tuju ini memiliki masalah dengan keuangan, entah itu karena kondisi perusahan atau karena hal lain, sebaiknya pertimbangkan lagi pilihan Anda itu.

10. Pewawancara kerja ingkar janji
Ada beberapa pewawancara yang akan meminta Anda melakukan sesuatu, tetapi malah melakukan sebaliknya. Misal, Anda diberi timetable saat wawancara, kemudian berminggu-minggu tak lagi terdengar kabarnya, maka Anda wajib datang bertanya-tanya, dan harus berupaya untuk kembali dikenal olehnya.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Jemu Cari Kerja? Penyebab Gagal Wawancara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Jobs Vacancy

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Member Of:


banner_tukangdezain

%d bloggers like this: