Fisik tanda Stres

September 19, 2010 at 6:36 pm Leave a comment

Tekanan hidup yang semakin berat kini, tidak jarang membuat hari-hari kita selalu diwarnai dengan kata ‘stres’. Kita menjadi mudah tersinggung, marah, gelisah dan kesal secara berlebihan. Tapi, apakah stres hanya ditandai dengan kondisi mood yang buruk saja. Tentu tidak. Para ahli mengutarakan 4 kondisi fisik yang juga bisa menjadi alat deteksi mental yang tengah tertekan. Mau tahu apa saja?

1. Mata berkedut.
Atau istilah medisnya blepharospasm, diyakini oleh para ahli merupakan salah satu akibat yang dipicu oleh stres. Untuk menghentikannya, kita bisa memejamkan mata sejenak. Sambil mata ditutup bayangkan suatu tempat yang menyenangkan. Atau, kita bisa menyejukkan mata dengan mencari  pemandangan lain di luar jendela.

2. Sulit konsentrasi.
Tidak dipungkiri lagi, stres memang mampu membuat kita menjadi sulit sekali untuk fokus. Tidak hanya dalam masalah besar saja, urusan kecil dan sederhana, seperti memilih menu makan malam untuk keluarga pun bisa menguras konsentrasi. Agar kembali fokus, hentikan sejenak seluruh kegiatan dan buat pikiran kita menjadi rileks. ”Lakukan peregangan pada kaki, agar pikiran lebih cemerlang.

Pancaran sinar matahari juga bisa membantu tubuh melepaskan serotonin, sehingga mood menjadi lebih bagus,” ujar Debbie Mandel, MA, pengarang buku Addicted to Stress : A Woman’s 7-Step Program to Reclaim Joy and Spontaneity in Life.

3.  Kutikula terasa kasar.
“Banyak wanita yang stres lantas menggigiti kukunya untuk menghilangkan rasa gugup,” tambah Mandel. Dan ternyata kebiasaan tersebut pada akhirnya akan membuat kuku dan kutikula terlihat kasar. Dibanding menggigiti kuku, atasi rasa gugup kita dengan melakukan aktivitas lain, seperti meremas bola yang elastis.

4. Otot leher tegang.
Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, psikolog sekaligus terapis fisik menyatakan, stres dapat mempengaruhi sistem muskulokeletal (tulang, persendian, otot), sehingga terjadilah kekejangan pada otot leher bagian belakang. Atasi masalah ini dengan melakukan latihan relaksasi. Cara : Tarik napas dalam sebanyak 5-10 kali. Lalu, fokuskan pikiran pada bagian leher yang tegang sampai perlahan menjadi lemas kembali. Atau, kita bisa meminta bantuan pasangan untuk memberikan pijatan lembut di area otot belakang leher. (Christina /Astrid Anastasia)

Entry filed under: Psikologi. Tags: , , , .

Belajar Menghargai Diri Tips Walk in Interview

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Jobs Vacancy

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Member Of:


banner_tukangdezain

%d bloggers like this: