Rumus Kehilangan

February 13, 2010 at 4:58 am Leave a comment

hilang

hilang

Burung kesayangan saya hilang lagi. Kini giliran perkutut, sebelumnya jalak, sebelumnya lagi kepodang. Ada bermacam-macam reaksi kehilangan. Pertama marah kepada pencurinya karena barang kita hilang. Kedua marah karena gabungan antara kehilangan dan ketersinggungan dan ketiga sedih karena berpisah dari barang kesayangan.

Jika tiga reaksi ini berkumpul menjadi satu akan mendatangkan rasa marah yang sukar diredakan. Tapi katimbang mengumpulkannya menjadi satu, saya lebih memilih untuk melihat reaksi itu satu demi satu untuk melihat dari dekat apa sebetulnya rumus yang saya tetapkan atas sebuah kehilangan itu..

Pertama adalah kemarahan kepada pencuri karena barang kita hilang. Hilang? Sebenarnya tidak. Tidak ada barang yang benar-benar bisa hilang di alam ini. Berubah bentuk mungkn.Tetapi hilang pasti tidak. Jika sudah mati seekor burung memang bisa berubah jadi fosil. Tetapi burung, untuk laku dicuri pasti bukan karena ia telah memfosil. Artinya, burung itu pasti masih hidup. Ia pasti cuma berpindah tempat dan ganti majikan.

Jadi tidak perlu khawatir ia akan mengalami perlakuan buruk oleh majikannya yang baru. Logika ibu tiri yang jahat tak berlaku untuk konteks ini. Karena siapapun majikannya, jika tidak memperlakukan burung itu sebagaimana standarnya, ia akas tres dan mati. Ini tabiat standar dari burung piaraan. Tuduhan bahwa burung itu hilang langsung gugur sebelum kasus ini benar-benar masuk pengadilan.

Kedua, adalah reaksi tersinggung karena perasan direndahkan. ”Ini bukan soal kehilangan. Ini soal harga diri karena pencuri itu menjarah rumah kami,” bisa jadi begitu kata kita dalam hati, saya tak terkecuali. Tapi jika ketersinggungan dijadikan alasan, betapa ia akan mengembara ke mana-mana. Karena tersinggung adalah reaksi yang paling tidak jelas ukurannya. Dan seluruh ukuran itu, saya sendirilah penentunya.

Jika hari ini saya tersinggung karena merasa tidak dihargai pencuri, besok saya juga punya alasan tersinggung karena ada helikpoter berputar-putar di atas langit rumah saya. Lagipula bagaimana mungkin seorang pencuri diminta menghargai pihak yang dicuri. Artinya tak perlu berharap pada soal-soal yang memang tak bisa lagi diharap. Mengharap agar pencuri tidak mencuri saja sudah sulit setengah mati, karena itu pofesi. Apalagi meminta mereka mencuri sambil tersenyum ramah, meminta izin lebih dulu dan mengucapkan terimakasih setelah mencuri, pasti lebih sulit lagi.

Ketiga adalah perasaan sedih karena berpisah dengan makhluk kesayangan. Logika perpisahan ini juga bisa terlalu dramatik. Apa ada pertemuan yang tidak disambung dengan perpisahan? Tak ada. Apalagi cuma dengan burung piaraan. Semua jenis pertemuan di dunia akan berujung di perpisahan pada akhirnya, suka atau terpaksa. Berpisah dengan burung ini adalah latihan yang baik untuk menyambut aneka perpisahan tak terelakkan di kelak kemudian.

Setidaknya ada tiga reaksi atas sebuah kehilangan. Tetapi setiap satu reaksi ternyata memiliki setidaknya satu alasan penentram. Itulah alasan yang membuat peristiwa apapun akan terasa sebagai biasa-biasa saja. Karenanya, setiap muncul sebuah pesoalan, undang saja segera alasan penenteramnya.

Maka akan terbukti bahwa semua peristiwa yang sedang berlangsung ini sebetulnya tak istimewa. Menjadi luar biasa karena banyak reaksi yang sering dibiarkan sendirian tanpa teman. Maka jika seseorang sedang bersedih, kesedihan itu akan begitu menyita ruang sehingga menolak kegembiraan yang sebetulnya ingin muncul sebagai teman. (Prie GS)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/layar/2010/02/02/480/Rumus-Kehilangan

Entry filed under: Gado-gado. Tags: , , , , , , .

mencari jatidiri Cek Kerusakan Komputer dari Bunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Jobs Vacancy

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Member Of:


banner_tukangdezain

%d bloggers like this: