Nyamplung

October 18, 2008 at 7:59 pm Leave a comment

Botani
Klasifikasi
Djuisi : SpermatophylaSub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae

Bangsa : Guttiferales
Suku : Guttiferae
Marga : Calophyllum
Jenis : Calophyllum inophyllum L

Nama umum/dagang : Nyamplung
Nama daerah
Sumatera Eyobe (Enggano) Punaga (Minangkabau) Penago (Lampung) Nyamplung (Melayu)
Jawa Nyamplung (Jawa Tengah) Nyamplung (Sunda) Camplong (Madura)
Bali Camplong (Ball)Nusa Tenggara : Mantan (Bima) Camplong (Timor)
Sulawesi : Dingkalreng (Sangir) Dongkalan (Mongondow)
Maluku : Dunggala (Gorontalo) llambe (Buol) Punaga (Makasar) Pude (Bugis)Hatan (Ambon) Fitako (Ternate)
Deskripsi :
Pohon, tinggi ± 20 m.
Habitus
Batang Berkayu, bulat, coklat atau putih kotor.
Daun Tunggal, bersilang berhadapan, bulat memanjang
atau bulat telur, ujung tumpul, pangkal membulat,
tepi rata, perlulangan menyirip, panjang 10-21 cm,
lebar 6-11 cm, tangkai 1,5-2,5 cm. hijau.
Bunga Majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun yang
teratas, berkelamin dua, diameter 2-3 cm, tujuh
sampai tiga be’as, daun kelopak empat, tidak
beraturan, benang sari banyak, tangkai putik
membengkok, kepala putik bentuk perisai, daun
mahkota empat, lonjong, putih.
Buah Batu, bulat, diameter 2,5-3,5 cm, coklat.
Biji Bulat, tebal, keras, coklat.
Akar Tunggang, bulat, coklat.
Khasiat :
Biji Calophyllum inophyllum berkhasiat sebagai urus-urus dan sebagai
obat rernatik.
Untuk urus-urus dipakai ± 2 gram, serbuk biji Calophyllum inophyllum,
diseduh dengan 1/2 gelas ai matang panas, setelah dingin disaring. Hasil
saringan diminum sekaligus.
Kandungan kimia :
Daun Calophyllum inophyllum mengandung saponin, flavonoida dan tanin
Penelitian
Biji buah pohon nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang juga dikenal sebagai bintangur selama ini memang belum dimanfaatkan. Biasanya yang dimanfaatkan adalah kayu dan getahnya. Berawal dari penelitian dua orang siswa siswa SMAN 6 Yogyakarta, Fathur Rahman dan Aditya Prabaswara, kini buah nyamplung dapat dijadikan sumber energi alternatif.

Penelitian Biji nyamplung sebagai sumber minyak alternatif tersebut membawa mereka memenangkan lomba karya tulis SMA wisata iptek 2007 yang diadakan Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Dalam penelitiannya kedua siswa tersebut, didapatkan bahwa biji nyamplung selain memiliki kekentalan melebihi minyak tanah juga terdapat kandungan minyak yang mencapai sebesar 50-70%. Metodologi yang digunakan adalah dengan cara ekstraksi, sedangkan dalam uji performa 1 ml, minyak biji nyamplung mempunyai daya bakar selama 11.3 menit sedangkan minyak tanah selama 5,6 menit. Ketahanan pembakarannya dua kali lipat lebih lama dibandingkan minyak tanah.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, Neny Sri Utami, menjelaskan, “penelitian yang dilakukan oleh siswa SMAN 6 Yogyakarta tersebut dapat dijadikan entry point untuk pengembangkan potensi buah nyamplung lebih lanjut”.

“Rendemen sebanyak 50-70% minyak merupakan potensi yang cukup besar dan jarang diperoleh pada jenis tanaman lainnya dan untuk menambah kandungan minyak yang dihasilkan cukup dengan meningkatkan efisiensi mesin pres, sedangkan ampasnya dapat dibuat briket”, demikian menurut Ibu Neny Sri Utami.

Pengembangan

Mesin pengolah minyak jarak itu sudah 4 bulan terdiam di sisi kanan halaman rumah. Samino, pemilik mesin, kesulitan bahan baku. Namun, sejak Februari 2008 mesin itu kembali bekerja. Bukan jarak yang ia olah, tetapi nyamplung menjadi biokerosin alias minyak tanah nabati. Untuk menghasilkan seliter biokerosin Samino memerlukan 2 kg bahan baku.

Di sekitar Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, banyak tumbuh nyamplung. Samino membeli buah nyamplung kering dari para pengumpul Rp650/kg. Itu jauh lebih murah daripada harga jarak yang mencapai Rp2.000/kg. Pria kelahiran 10 September 1951 itu menggiling 100 kg daging buah nyamplung kering setiap hari.

Dari 100 kg bahan baku Samino menghasilkan 50 liter biokerosin nyamplung atau rendemen mencapai 50%. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang jarak yang hanya 25%. Hasil sebanyak itu tentu saja sangat ekonomis. Pria 57 tahun itu cukup mengeluarkan biaya bahan baku Rp2.000/l. Oleh sebab itu ia optimis bakal memperoleh laba meski harga jual biokerosin nyamplung hanya Rp3.000-Rp4.500/l. Mesin Samino sejatinya berkapasitas 400 kg. Dalam sehari ia dapat 3 kali produksi atau total 1.200 kg.

Menurut Prof Dr H Sudradjat MSc, pakar bioenergi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Departemen Kehutanan, minyak nyamplung juga dapat diolah lebih lanjut menjadi biodiesel. Hanya saja proses produksi biodiesel minyak nyamplung lebih panjang daripada jarak pagar karena bilangan asamnya 2 kali lebih tinggi yakni di atas 20 mg KOH/g. Sedangkan minyak jarak hanya 10 mg KOH/g. Bilangan asam biodiesel mestinya kurang dari 0,8 mg KOH/g.

Melambungnya bilangan asam akibat oksidasi ketika pengeringan daging buah. Apalagi minyak nyamplung berasam lemak tak jenuh berantai karbon panjang. Dampaknya sangat mudah asam bila teroksidasi. Bilangan asam tinggi menyebabkan mesin rawan berkarat dan rusak. Pada kondisi itu setidaknya perlu 3 kali tahapan proses produksi: esterifikasi, esterifikasi ulang, dan transesterfikasi (EET) atau esterifikasi, transesterifikasi, dan netralisasi (ETN).

‘Bilangan asam sangat penting dalam proses pembuatan biodiesel. Bila hendak membuat biokerosin yang harus diperhatikan adalah proses degumming (penghilangan getah, red),’ kata Sudradjat. Degumming tidak sempurna menyebabkan sumbu kompor atau nozle tersumbat.

sumber :

http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/tanaman_obat/depkes/1-051.pdf

http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=9&artid=1483

http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=6966&Itemid=687

Entry filed under: kliping media. Tags: .

Ekstrak teripang kau cintaku sekaligus benciku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Jobs Vacancy

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Member Of:


banner_tukangdezain

%d bloggers like this: