Satu Dunia

June 23, 2007 at 7:14 am Leave a comment

Bermilyar–milyar makhluk yang mendiami dunia ini menjadikan bumi seakan dipenuhi nafas kehidupan di tiap sisinya,dari mulai daerah gurun yang begitu panas hingga dasar samudera yang paling dalam dan sunyi,dari puncak dataran tinggi yang sejuk hingga daerah pantai yang berpasir ,dari daerah gurun yang panas hingga kutub yang dingin selalu ada yang menghuni.

tiap sesuatu yang ambil bagian dalam hidup ini tentu saja membutuhkan ruang sebagai tempat untuk hidupnya,pantaslah jika bumi ini begitu padat oleh penghuninya,Namun satu hal yag kadang sulit untuk dimengerti,meskipun dunia tempat hidup berbagai macam makhluk hidup ini satu,namun tiap individu dari makhluk hidup tersebut mempunyai dunianya masing-masing .antar individu makhlk satu tak akan pernah sama dunianya dengan dunia individu makhluk yang lain.

Kira-kira begitulah kehidupan didunia ini,sering ketika terlarut dalam dunianya sendiri manusia yang tercipta sebagai mahluk sosial terlena dan terlupakan tentang sisi sosialnya,terlupa bahwa disamping manusia bertanggung awab akan dirinya sendiri juga bertanggung jawab atas lingkungannya.mengapa aku katakan bahwa manusia juga bertanggung jawab atas lingkungannya? karena memang hukum alam berbicara demikian,suatu kejadian akan mempengaruhi kejadian yang lain,tidak ada satu kejadianpun didunia ini yang benar-benar independen,tiap sesuatu pasti mempunyai interaksi dengan yang lainnya meskipun sedara tidak langsung.

Pantaskah jika manusia selalu ter-asikkan dengan dunia sendiri disebut sebagai manusia yang bertanggung jawab? pantaskah jika seorang bergelimang harta disebut manusia jika ia hidup dengan penuh kemewahan, sedangkan disekitarnya masih banyak orang yang membutuhkan,jika sikaya berhias dengan kemewahan,memakan makanan dengan rasa gengsi sedangkan banyak orang yang berbaju lusuh yang mngkin hanya makan sesekali tiap harinya.?

jika mata masih bisa menikmati pemandangan alam yang indah,wajah yang tampan ataupun cantik,jika kuping masih bisa untuk mendengarkan lantunan lagu-lagu yang disukai,dan organ lainpun masih bisa berfungsi ,kemanakah hati untuk ikut mengecap rasa pahit yang orang lain rasakan?sibuk mungkin itulah jawaban yang biasa orang lontarkan,benarkah kita tersibukkan dengan dunia ini?begitu sibukkah kita akan sesuatu yang pastinya akan ditinggalkan,hmm mungkin jawaban pastinya hanya individu masing-masing yang mengetahui.

Cobalah berhenti sejenak dari kesibukan,amati dan rasakan apa yang sebenarnya terjadi disekitar,siapalah yang telah menjadikan bumi ini menjadi bumi yang pesakitan?jawablah sebagaimana apa kata hati.

“lestarilah bumiku,bersatulah saudaraku”

Entry filed under: kata hati. Tags: .

Alasan Sampai kapan……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Jobs Vacancy

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Member Of:


banner_tukangdezain

%d bloggers like this: